Fasilitas Produksi Udang Galah yang Efektif Efisien dan Menguntungkan

Posted on

Fasilitas Produksi Udang Galah. Diperlukan Faktor produksi yang  baik untuk menghasilkan panen yang baik agar produksi udang Galah menjadi efektif dan efisien dan Menguntungkan. Fasilitas produksi udang galah yang harus dipersiapkan para pembudidaya setelah kolam dengan bagian-bagiannya adalah fasilitas sebagai berikut:

1. Kolam Produksi
Fasilitas produksi utama budidaya udang galah yang harus dipersiapkan dengan baik di awal pembudidayaan adalah kolam. Kolam yang digunakan untuk produksi atau pembudidayaan udang galah bisa kolam tanah, kolam terpal, empang, kolam tambak darat atau kolam tembok beton.

Bentuk Kolam Produksi Udang Galah

Bentuk kolam pun bisa beragam ada yang memperoduksi pembesaran udang galah di kolam yang berbentuk segi empat (kotak), atau persegi panjang dan ada yang memproduksi di kolam berbentuk lingkaran. Pada dasarnya bentuk kolam tidak terlalu dipermasalahkan dalam produksi budidaya udang galah selama bisa menampung air dengan baik dan kualitas air bisa terjaga.

Namun ada bentuk kolam yang sangat disarankan dalam produksi udang galah ini yakni bentuk memanjang, seperti bila lahan kolamnya persegi dibentuk persegi panjang atau bila lahan kolamnya bulat dibuat bentuk bulat memenjang (oval), alasannya adalah agar sesuai dengan pola aliran air yang masuk dengan air yang keluar, jadi air yang masuk dari saluran air masuk akan melewati bagian tengah kolam yang memanjang dan akhirnya keluar melalui saluran air keluar atau pembuangan, disini manfaat besarnya adalah penggantian air yang sempurna dengan membawa kandungan oksigen melewati seluruh bagian kolam sehingga kandungan oksigen terlarut di dalam air akan tetap tinggi, mengingat dalam produksi udang galah ini kualitas air yang memiliki kandungan oksigen tinggi mutlak diperlukan.

Bila sistem yang digunakan untuk aerasi ini menggunakan kincir atau aerator tidak mengandalkan air yang mengalir, maka bentuk kolam seperti apa pun tidak mempengaruhi hasil produksi karena kebutuhan oksigen terlarut dalam air sudah dibantu dengan kincir atau aerator.

Ukuran Kolam Produksi

Ukuran kolam produksi udang galah bervariasi sesuai dengan skala produksi apakah berskala kecil atau mikro dengan ukuran lahan kolam yang kecil atau skala makro (industri) tentunya dengan ukuran lahan kolam yang besar.

Bila kolam yang digunakan sebagai fasilitas produksi udang galah ini berbentuk memanjang biasanya ukuran yang disarankan adalah lebar maksimal 20 meter dan panjang maksimal 50 meter sehingga luas kolam maksimal seluas 1000 meter persegi, namun ukuran lahan kola mini bisa mengikuti lahan yang tersedia dengan catatan bahwa ukuran kolam yang ideal akan mempermudah dalam memberi atau menebarkan pakan secara merata dari seluruh pinggiran kolam hingga ke bagian tengah kolam. Pemberian pakan secara merata sangat penting dalam meningkatkan produksi pembesaran udang karena udang galah hidup merayap dan pola gerakannya menyebar keseluruh bagian kolam sehingga keberadaan udang galah diseluruh bagian kolam akan mudah memperoleh makanan.

Kolam yang memiliki ukuran idel pada dasarnya akan memudahkan pada saat pengeringan kolam ketika proses panen berlangsung karena aliran air keluar dapat dikontrol dengan baik sehingga pemanenan dapat dilakukan secara efektif.

Dasar Kolam
Dalam produksi udang galah ini bagian dasar kolam seyogyanya diatur dengan baik ketika dikeringkan sebelum dialiri air, hal ini penting karena bagian dasar kolam akan menjadi tempat pembesaran udang sehingga harus menunjang pertumbuhan udang.
Ketika dalam kondisi kering sebaiknya dasar kolam diberi kapur agar terhindar daeri bakteri dan jamur yang merugikan udang. Setelah proses pengkapuran, dasar kolam sebaiknya diberi tanah berpasir dan usahakanlah agar tidak banyak lumpur di dasar kolam udang. Hal ini harus mendapat perhatian yang serius karena lumpur bisa mempercepat pembusukan bahan organik dari kotoran udang dan sisa pakan, yang bisa menimbulkan racun bagi udang sehingga udang yang diproduksi bisa stress atau mabuk. Kondisi seperti ini bisa menghambat produksi pertumbuhan udang yang efektif dan tepat waktu.

tambak beton

2. Pematang
Pematang merupakan tanggul pembatas kolam (pinggiran kolam). Dalam produksi udang galah pengelolaan udang banyak dilakukan di pematang seperti pemberian pakan, pengontrolan kualitas air, pengambilan sampel udang untuk memeriksa pertumbuhan dan kesehatannya dan lain sebagainya yang dilakukan oleh SDM atau petugas produksi di kolam, oleh karena itu lebar pematang harus cukup lebar untuk memudahkan proses pengelolaan tersebut sehingga terasa nyaman dan efektif.

Sebaiknya lebar bagian atas pematang ini berukuran 1m, lebih lebar lebih baik. Namun bila lahan tidak terlalu luas bisa diatur sesuai kebutuhan. Pada prinsipnya pematang harus dibuat dengan kokoh untuk menghindari kebocoran kolam atapun longsor yang bisa merugikan proses produksi udang.

3. Lubang penangkapan

Salah satu bagian kolam yang sebaiknya dipersiapkan dalam produksi pembesaran udang galah adalah lubang penangkapan. Lubang penangkapan adalah lubang berbentuk segi empat di dasar kolam yang disambung dengan parit yang memanjang di bagian tengah di dasar kolam. Fungsi dan manfaat lubang penangkapan ini adalah untuk memudahkan penangkapan udang saat panen karena saat air kolam dikeringkan udang-udang yang akan dipanen akan berkumpul di lubang penangkapan ini sehingga mudah ditangkap dan proses pemanenan akan efektif. Ukuran lubang penangkapan ini bervariasi tergantung luas kolam namun untuk kolam seluas 1000 meter persegi luas lubang penangkapan disarankan panjang 2m, lebar 3m dan tinggi 0,75m yang bisa di buat beberapa buah lubang yang antara lubang satu dengan lainnya disambung dengan parit kecil (caren) selebar 0,5m dengan tinggi atau kedalaman caren 0,4m.  Pada saat panen udang akan masuk lubang melalui caren.

 

Fasilitas produksi udang galah yang harus dipersiapkan para pembudidaya setelah kolam dengan bagian-bagiannya adalah fasilitas sebagai berikut:

4. Aerasi

Pada produksi udang galah adanya aerasi mutlak dibutuhkan. Aerasi merupakan usaha untuk menambah sediaan oksigen yang terlarut dalam air. Sebagaimana diketahui dalam proses pembesaran udang memerlukan air yang berkualitas, salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas air sebagai media hidup dan pertumbuhan udang adalah tersedianya oksegen terlarut yang cukup melimpah di dalam air. Udang memerlukan oksigen terlarut di air lebih banyak dari ikan lainnya. Air kolam pembudidayaan udang yang berkualitas diantaranya harus mengandung oksigen terlarut sebanyak 5-7 ppm dan karbondioksida sebanyak 2-12 ppm.

Aerasi dapat dilakukan dengan dua cara;
–    Cara pertama, bila kolam udang dialiri air yang mengalir terus-menerus (24jam) dan debit atau ketersediaan air cukup banyak maka aerasi cukup diperoleh dari oksigen yang dibawa oleh aliran air tersebut, sehingga yang perlu dipersiapkan adalah bagaimana air bisa mengalir melewati berbagai bagian kolam agar kolam dapat dialiri air secara lebih merata. Hal ini berhubungan dengan bentuk kolam yang memanjang dimana air yang masuk bisa melawati ke bagian tengah kolam sebelum keluar ke pembuangan, sehingga aliran air yang membawa oksigen terlarut lebih merata ke seluruh bagian kolam.
–    Cara kedua, bila kolam udang galah tidak dialiri air yang mengalir terus-menerus (24 jam) maka untuk penyediaan oksigen terlarut harus dibantu aerator atau kincir air. Air yang dibawa ke udara oleh kincir akan mengikat oksigen dan selanjutnya air masuk kembali ke kolam dengan kandungan oksigen terlarut yang cukup.
Banyaknya kincir air disesuaikan dengan kebutuhan oksigen terlarut. Bila kepadatan udang yang ditebar di kolam tinggi maka oksigen terlarut yang dibutuhkan juga tinggi sehingga aerasi harus diperhitungkan dengan baik agar bisa mencukupi kebutuhan oksigen terlarut bagi udang galah. Semakin padat udang galah di kolam pembesaran maka semakin tinggi kebutuhan oksigen terlarut di air kolam.

5. Shelter

Penyediaan shelter dalam produksi pembesaran udang galah sangat dibutuhkan dan mendukung pada besaran hasil panen. Shelter adalah fasilitas tempat udang berlindung. Penyediaan shelter di kolam budi daya udang bisa dilakukan dengan menyimpan pelepah daun kelapa, anyaman bambu atau ranting bambu yang telah dibuang daunnya.

Alasan perlunya penyediaan shelter di kolam pembesaran udang sebagai berikut:
1.    Udang galah termasuk spesies yang bersifat kanibal dimana mereka bisa saling memangsa diantara jenisnya sendiri. Shelter berguna untuk tempat perlindungan dan persembunyian udang dari kejaran udang lain yang akan memangsanya. Dengan adanya shelter diharapkan tidak banyak udang yang mati dimangsa kawanannya sendiri sehingga hasil panen lebih baik.
2.    Udang galah pada proses pembesarannya akan mengalami molting biasanya pada saat pembaruan kulit, sehingga pada kondisi ini udang akan bersifat pasif sehingga bisa menjadi sasaran atau mangsa udang lain yang sedang aktif. Shelter ini berguna untuk persembunyian udang ketika molting.

Penyimpanan shelter di dalam kolam dalam posisi mengambang di kedalaman 40 cm dari dasar kolam dengan cara mengikatkan shelter pada patok atau tiang bambu atau kayu.
Luas atau banyaknya shelter di kolam pembesaran sebaiknya tidak melebihi 20% dari luas kolam. Jadi shelter jangan terlalu banyak yang akan menutupi kolam sehingga proses aerasi kurang berjalan dengan baik, yang terpenting adalah penyimpanan shelter yang cukup merata ke sekeliling kolam.

6. Drainase

Fasilitas pendukung lain adalah drainase atau peluap yang berguna untuk mengatur permukaan air agar ketinggiannya selalu sesuai dengan yang diinginkan dan air kolam tidak sampai meluap ke luar kolam yang bila terus-menerus kondisi ini akan merusak pematang. Fungsi drainase ini sebagai alat pembuangan kelebihan air kolam secara kontinyu agar tinggi air selalu stabil.

Demikian informasi faktor produksi udang galah



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *