Udang salah satu jenis budidaya perairan yang bisa dilakukan di air tawar

Posted on

tambak air tawar

Salah satu jenis budi daya perairan yang bisa dilakukan di air tawar atau di air laut yaitu budi daya udang. Budi daya udang dilakukan semenjak penetasan telur udang sampai masa panen dan siap dikonsumsi. Jenis-jenis udang yang dibudidayakan cukup bervariasi, namun pada dasarnya terdapat dua jenis yaitu udang air tawar yang bisa dibudidayakan di air tawar dan udang air asin (air laut) yang dibudidayakan menggunakan media air laut.

Negara-negara penghasil udang diseluruh dunia mayoritas berasal dari wilayah benua Asia dan sisanya dari wilayah Amerika Selatan. Asia menghasilkan udang sekitar 75% dari kebutuhan konsumsi udang di seluruh dunia dan Amerika Selatan menyumbang hasil budi daya udang sekitar 25% dari kebutuhan konsumsi udang di seluruh dunia.
Jenis atau varietas udang yang dikonsumsi diseluruh dunia mayoritas didominasi oleh udang air asin atau air laut sekitar 80% dengan spesies udang vannamei (Litopenaeus vannamei ) dan udang windu (Penaeus monodon), dan sisanya udang air tawar (sekitar 20%) dengan spesies udang galah ( Macrobrachium rosenbergii) dengan produsen terbesarnya dari negara China yang mampu memproduksi udang air tawar sebesar 615 ton pada tahun 2010 atau sekitar 92% dari produksi total udang air tawar di seluruh dunia. Di Indonesia banyak juga daerah-daerah yang menjadi sentra budi daya udang galah seperti daerah Jawa meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dan daerah Bali, dan bisa menembus pasar ekspor ke Jepang dan Eropa.

Baca juga: 2 Cara Mengatur Pemberian Pakan Udang Vaname

Pembudidayaan udang air tawar biasa dilakukan di tambak air tawar atau air payau di tepi pantai, danau, sungai, waduk atau bendungan, sawah, empang, kolam beton atau yang berskala rumahan menggunakan kolam terpal. Sebagai bagian dari budidaya perairan darat, budi daya udang air tawar sangat tergantung pada kualitas air dan tanah, bila tidak menggunakan kolam beton atau kolam terpal maka kolam tanah atau empang yang terbaik untuk budi daya udang adalah empang (kolam) dengan jenis tanah liat atau tanah lempung. Budi daya udang air tawar bisa dilakukan dalam skala rumahan hingga skala besar atau skala industry, dan tata cara budi dayanya bisa menggunakan sistem tradisional dan sistem modern.

Sementara pembudidayaan udang air laut biasanya dibudidayakan di tambak-tambak air asin. Pada tambak-tambak air payau di tepi pantai budi daya udang dapat di silang atau bergantian dengan budi daya ikan bandeng dalam tambak yang sama tergantung musim sehingga penggunaan tambak bisa multi fungsi. Walaupun saat ini budi daya perairan di tepi pantai mendapat sorotan karena sering terjadinya kerusakan pantai akibat hilangnya hutan bakau gara-gara lahan hutan dijadikan tambak ikan dan udang, namun dengan sistem energi terbarukan yang sedang dikembangkan bisa meminimalisir kerusakan pantai sehingga keseimbangan dan kelestarian ekosistem bisa terjaga.

Baca juga Analisa Usaha Budidaya Udang Vaname Intensif [Lengkap]

Varitas udang yang sangat baik dibudidayakan di tambak tepi pantai adalah udang vaname dan udang windu karena bisa mentolelir kadar garam dari 0 persen hingga 45 persen sehingga kedua jenis udang tersebut dapat bertahan dan tetap berkembang dengan baik di tambak-tambak serta lebih tahan terhadap penyakit, dengan demikian hasil yang diperoleh akan sangat bagus dan menguntungkan.

Udang betina rata-rata menghasilkan telur sebanyak 500 ribu sampai 1 juta telur. 24 jam kemudian telur udang tersebut akan menetas menjadi larva (Nauplius). Larva udang mengalami beberapa kali metamorphosis sebelum menjadi udang dewasa. Metamorphosis pertama dari nauplius menjadi zoea yang memakan ganggang liar, kemudian bermetamorfosis menjadi Mysis yang juga memakan ganggang. Barulah setelah 3 hari sampai 4 hari kemudian akan berubah (bermetamorfosis) menjadi udang muda (Benur) dan sudah layak di perdagangkan. Proses metamorphosis dari pertama kali larva menetas sampai menjadi udang muda berlangsung 12 hari.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *