Desain dan Konstruksi Tambak Udang Vannamei Intensif dan Supra Intensif

Posted on

Desain dan konstruksi tambak udang vannamei (vaname) secara intensif dan supra intensif yang berkelanjutan (sustainable farming). Desain tambak intensif yang ramah lingkungan pada budidaya udang sangat penting untuk mendukung budidaya yang berkelanjutan. Di Indonesia, budidaya udang vaname secara intensif meningkat drastis karena peningkatan permintaan baik pasar lokal maupun internasional, namun praktik budidaya masih kurang menggunakan sistem berkelanjutan. Sebagai akibatnya, budidaya  udang akan merusak lingkungan yang akan berdampak pada budidaya itu sendiri maupun lingkungan sekitarnya.

Apa saja keuntungan menggunakan sistem budidaya udang yang ramah lingkungan

  1. Petani tambak dapat melakukan budidaya secara berkelanjutan karena limbah yang dihasilkan oleh pakan diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke laut.
  2. Tidak merusak lingkungan sekitar sehingga air laut dapat digunakan secara berkelanjutan. Jika lingkungan rusak karena limbah dari budidaya, akan berdampak buruk pada budidaya yang sangat berpotensi menyebabkan penyakit pada udang seperti white feces disease (kotoran putih) dan infectious myonecrosis virus (myio). Penyakit pada udang ini akan sangat merugikan karena dapat menyebabkan survival rate (SR) menurun secara drastis sehingga akan menyebabkan kerugian pada hasil panen.

Baca juga : 7 Pakan Udang Vaname Terbaik di Indonesia [L. vannamei]

Berikut contoh desain tambak intensif modern berkelanjutan

Desain dan Konstrusi Tambak Udang Vannamei Intensif dan Supra Intensif

Pengolahan Limbah Tambah Udang Intensif
Pengolahan Limbah Tambah Udang Intensif

Pengolahan limbah sangat krusial pada kolam budidaya udang secara intensif. Air limbah dari kolam budidaya yang mengandung bahan kimia berbahaya yang dihasilkan oleh pakan udang sehingga jika tidak dikelola dengan tepat akan berbahaya baik pada kolam budidaya itu sendiri maupun lingkungan sekitar.

Ada empat kolam di outlet yang disediakan agar air limbah diolah terlebih dahulu sebelum dibuang kelautan sehingga akan menghasilkan budidaya berkelanjutan yang ramah lingkungan.

  • Kolam Pertama (Secara Fisik)

Kolam ini bertujuan untuk memisahkan antara limbah berbentuk padat, cair dan gas misalnya pasir, lumpur maupun sisa pakan yang terendapkan. Selanjutnya air dari kolam ini akan dioleh secara kimia.

  • Kolam kedua (Secara kimiawi)

Kolam ini dimaksudkan untuk mengelola limbah dari kolam pertama dengan menggunakan bahan kimia tertentu sehingga limbah mudah dipisahkan. Seperti limbah padat, penggunaan bahan kimia untuk merombak menjadi bentuk yang ramah lingkungan sehingga tidak mencemari lingkungan.

  • Kolam Ketiga (Secara Biologis)

Air dari kolam kedua kemudian dialirkan ke kolam ke dua, pada kolam ini dinetralkan dengan menggunakan bakteri probiotik seperti jenis bakteri Bacillus. Perlakukan ini sangat efektif untuk mengurangi limbah organik pada air buangan.

Baca juga : 5 Bakteri Probiotik Terbaik untuk Udang Vaname [Direkomendasikan]

  • Kolam keempat (Menggunakan Ikan)

Ini merupakan tahap terakhir mengolah air limbah hasil budidaya sebelum di baung ke laut. Kolam ini efektifnya menggunakan ikan seperti ikan mujair dan ikan yang dapat mengurai limbah.

Desain dan konstruksi pada tambak intensif dan supra intensif untuk budidaya berkelanjutan yang ramah lingkungan. Artikel selanjutnya di budidayaudang.com akan membahas mengenai pengaturan kincir yang efektif pada tambak udang vaname serta pembuatan tandon yang baik dan benar.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *