Langkah-Langkah Budidaya Udang Galah yang Efektif dan Ketentuan Teknisnya

Posted on

Langkah-Langkah Budidaya Udang Galah yang Efektif dan Ketentuan Teknisnya. Pada prinsipnya langkah-langkah budidaya udang galah yang efektif melalui tahap-tahap  atau langkah-langkah sebagai berikut:

1.    Tahap pembenihan (Benur)
Teknologi pembenihan merupakan cara-cara menghasilkan dan memilih benih (bibit) unggul, sehat dan mencapai ukuran yang baik untuk budidaya.
Benih udang galah berbentuk larva dan pasca larva yang siap dibudidayakan dinamakan benur.

2.    Tahap Pendederan
Tahap pendederan ialah tahap mempersiapkan atau membesarkan benih (benur) menjadi benih udang galah yang siap ditebar di kolam yang disebut tokolan. Jadi sebelum benur di tebar di kolam dibesarkan (didederkan) dulu hingga menjadi tokolan (anakan udang). Tujuan pendederan adalah mempersiapkan tokolan yang siap tebar agar masa pembesaran menjadi udang siap panen menjadi lebih singkat.
Pendederan benur dapat dilakukan di kolam indoor (kolam di dalam ruangan atau ruang tertutup) atau di kolam outdoor (kolam tanah, empang, sawah atau karamba)

Dalam mengaplikasikan langkah-langkah budidaya udang galah salah satu indikator keberhasilan budidaya udang galah ialah harus menebarkan benih yang berkualitas agar laju pertumbuhannya baik tanpa hambatan yang berarti sampai masa panen.

Ciri-ciri benih berkualitas diantaranya; seluruh benih yang akan ditebar harus dari spesies yang sama (monospecies), memiliki ukuran dan umur yang seragam, sehat (tidak berpenyakit), tidak cacat seperti ada kelainan bentuk, dan bergerak aktif.

Setelah dipilih benur yang berkualitas, benur siap di tebar di kolam pembesaran.

Sebelum di tebar benur harus diaklimatisasi (proses adaptasi) agar tidak stress karena perbedaan suhu yang mendadak antara suhu air di kantong benur dengan suhu air di kolam pembesaran karena benur sangat peka terhadap perubahan suhu. Toleransi perbedaan suhu antara suhu air kantong benur dengan suhu air kolam yang dianggap cukup aman bagi benur sebesar 1-2°C.
Cara melakukan adaptasi (aklimatisasi) ialah;
–    Rendam kantong benur di kolam pembesaran selama 15 menit
–    Bukalah kantong (tempat membawa) benur dan biarkan terbuka selama 15 menit untuk penyesuaian suhu udara.
–    Selama kantong terbuka perciki kantong benur dengan air kolam sedikit demi sedikit.
–    Masukan kantong yang terbuka tersebut ke dalam kolam dan biarkan benur berenang sendiri keluar dari kantong.

3.    Tahap Pembesaran
Langkah selanjutnya dari budidaya udang galah ialah tahap pembesaran merupakan proses pembesaran tokolan (anak udang) menjadi udang berukuran siap panen.

Teknologi untuk pembesaran tokolan (anak udang) bisa dilakukan dengan dua cara:
–    Sistem Monokultur, yaitu teknologi pembesaran satu jenis, yakni di dalam satu kolam hanya dilakukan pembesaran jenis udang saja.
–    Sistem Polikultur, yaitu teknologi pembesaran lebih dari satu jenis, misalnya dalam sebuah kolam pembesaran terdapat udang dan ikan yang dibudidayakan sekaligus (seperti udang dengan ikan bandeng dan tawes di tambak darat/air pasang surut atau udang bersama tawes atau ikan lain di kolam air tawar atau di sawah).

Teknologi pembesaran udang galah dapat dilakukan di beberapa tempat yang memiliki karakteristik berbeda diantaranya:
1. Pembesaran udang di kolam air tawar atau empang.
2. Pembesaran udang galah di sawah, dapat dibudidayakan secara polikultur dengan membudidayakan udang galah bersama-sama dengan ikan lain misalnya tawes.
3. Pembesaran udang galah di tambak darat yang berair payau (dengan kadar garam kurang dari 10 permil).

4.    Tahap udang konsumsi
Langkah akhir dari budidaya udang galah adalah panen yang menghasilkan udang konsumsi dengan ukuran 30 ekor per Kg (ukuran medium), dalam masa pembesaran 60 – 75 hari.
Ukuran udang galah hasil panen akan mempengaruhi harga jual.
Ukuran super biasanya 10-15 ekor /Kg, ukuran biasa 20-25 ekor /Kg, ukuran medium 30-40 ekor/ Kg, dan ukuran kecil sebanyak 40-60 ekor /Kg.

Berikut ini kriteria udang galah hasil panen yang berkondisi baik adalah sebagai berikut:
a)    Kondisi fisik segar dan utuh (tidak cacat).
b)    Berwarna biru gelap (badannya berwarna kehijauan);
c) Berkulit keras dan bersih;
d) Tidak berbau lumpur;

Dalam mengaplikasikan langkah-langkah budidaya udang galah yang efektif pada setiap tahapannya didukung dengan beberapa teknologi yaitu:
1.    Teknologi pakan
2.    Teknik pengendalian hama dan penyakit
3.    Teknik pengelolaan kualitas air



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *